Berita Jabar
PENGEMBANGAN AYAM SENTUL DI KABUPATEN SUBANG

Ayam Sentul adalah satu jenis ayam lokal di Indonesia adalah yang telah diakui sebagai plasma nutfah asli Indonesia melalui SK.Menteri Pertanian RI Nomor 689/Kpts.PD410/2/2013 tentang Penetapan Rumpun Ayam Sentul.
Kabupaten Subang merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan ayam sentul karena selain potensial pakan yang melimpah juga budaya masyarakatnya yang banyak memelihara dan terbiasa memelihara ayam kampung secara ekstensif. Kelompok-kelompok ayam buras yang tersebar di Kabupaten Subang sebagian besar telah mengembangkan ayam sentul dengan pola pemeliharaan intensif dan semi intensif.
Hal ini menarik perhatian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Dr.Ir.Dewi Sartika,MSi. beserta jajarannya yang berkunjung ke kelompok ternak ayam buras di Kabupaten Subang pada hari Selasa tanggal 30 Oktober 2018. Kunjungan tersebut langsung didampingi oleh Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, H.Asep Nuroni,S.Sos.MSi., Kabid. Produksi, Wastim Edi,SP.MSi. beserta para Kepala Seksi.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung keberadaan peternak ayam sentul di Kabupaten Subang. Kunjungan dilakukan ke Kelompok Ayam Buras Berkah Mandiri Desa Sumurgintung Kecamatan Pagaden, Kelompok Ayam Buras Kutawaringin Desa Margasari Kecamatan Dawuan, dan Kelompok Ayam Buras Mekar Jaya Desa Dawuan Kaler Kecamatan Dawuan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Provinsi Jawa Barat menyataakan puas melihat kelompok yang antusias memelihara dan mengembangkanayam sentul. Diharapkan kedepannya Kabupaten Subang dapat mengembangkan ayam sentul secara optimal dan dapat dijadikan salah satu wilayah pengembangan sumber bibit ayam sentul di Jawa Barat.
Hal ini disambut baik oleh Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, H.Asep Nuroni, S.Sos.,MSi. yang siap mendukung pengembangan ayam buras di Kabupaten Subang.
Berbagai kajian menyatakan, ayam sentul merupakan ayam lokal yang mempunyai potensi cukup tinggi sebagi ternak penghasil telur dan daging. Bobot badan ayam sentul pada umur 20 minggu dapat mencapai 2,20 kg bila dipelihara secara intensif. Ayam sentul mampu bertelur sampai 26 butir per periode bertelur atau sekitar 150 butir/tahun.
Produktivitas ayam buras umumnya masih rendah, namun tidak menurunkan minat dari masyarakat untuk membudidayakannya karena memiliki ciri khas daging ayam lokal yang gurih, menyebabkan permintaan pasar meningkat. Selain itu telur dan dagingnya lebih mahal harganya dan memiliki preferensi lebih baik dibandingkan ayam ras.
Usaha pengembangan ayam lokal sekarang ini masih mengalami hambatan yang disebabkan oleh kurangya tata laksana pemeliharaan, baik segi makanan, kandang maupun kesehatan ayam.
Sifat-sifat yang baik dari ayam sentul, yaitu pertumbuhan yang lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, dan produksi telur relatif lebih tinggi dibandingkan ayam buras lainnya, yaitu satu periode peneluran dihasilkan 10 - 18 butir per periode peneluran dengn fertilitas diatas 80% dan daya tetas tinggi yaitu 70 - 80 %. Ayam sentul memiliki lima jenis yang berbed, yaitu Ayam Sentul Abu, Ayam Sentul Batu, Ayam Sentul Debu, Ayam Sentul Geni dan Ayam Sentul Emas.
Melihat fakta tersebut, maka upaya pengembangan ayam sentul ini perlu dilakukan, selain untuk menjaga kelestarian ayam sentul, juga untuk memenuhi permintaan pasar. Populasi ayam sentul yang tinggal sedikit menuntut upaya pengembangan lebih lanjut ke depan. Disamping untuk melestarikan plasma nutfah asli Indonesia, juga untuk memaksimalkan manfaat yang dapat digali dari potensi genetik yang dimilikinya.

- PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN STERILISASI PADA ANJING DAN KUCING
- Pelaksanaan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) Masal untuk mendukung UPSUS SIWAB
- PELATIHAN DAN BIMBINGAN PENGOPERASIAN TEKNOLOGI PETERNAKAN TEPAT GUNA
- LOMBA KELOMPOK AGRIBISNIS PETERNAKAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT 2018
- APEL PAGI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN SUBANG

Komentar Via Website : 5

KelJubolfBI
04 Juni 2019 - 06:16:01 WIB
KelJubolfBI
13 Juni 2019 - 23:23:52 WIB
KelJubolfBI
09 Juli 2019 - 22:45:00 WIB