Kegiatan
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN STERILISASI PADA ANJING DAN KUCING

Sterilisasi merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan usaha menghilangkan kemampuan berkembang biak pada hewan maupun manusia dengan menghambat fungsi reproduksinya. Sterilisasi pada anjing dan kucing bertujuan untuk meniadakan fungsi reproduksi pada anjing dan kucing dengan menghilangkan alat reproduksinya. Pada anjing dan kucing jantan dilakukan kastrasi atau kebiri dengan mengambil bagian testis (biji/buah zakar) pada anjing dan kucing. Anjing dan kucing betina dilakukan OH/ovariohysterektomi dengan mengambil ovarium (indung telur) dan uterus (rahim) nya.
Anjing dan kucing yang di steril perlu memenuhi beberapa persyaratan yaitu :
- sehat
- tidak dalam kondisi hamil pada betina
- tidak sedang dalam kondisi birahi pada betina
- usia minimal 6 bulan,
- berat badan cukup, biasanya sudah mencapai berat badan 2 kg
- Jika betina setelah melahirkan, baiknya di steril saat anakan berusia 1.5 atau 2 bulan atau sudah lepas sapih.
- teraba testis nya dengan jelas, normalnya usia 6 bulan sudah jelas terlihat testisnya. Namun ada beberapa kasus yang testisnya tidak turun atau hanya turun satu saja (cryptorchid)
Sterilisasi merupakan prosedur bedah yang hanya bisa dilakukan oleh DOKTER HEWAN. Proses pembedahan dilakukan secara steril, menggunakan anestetik (obat bius) yang aman dan sesuai dosisnya. Pembedahan yang tidak dilakukan oleh dokter hewan akan meningkatkan resiko infeksi pasca operasi. Tujuan utama sterilisasi adalah mengurangi populasi kucing dan anjing liar maupun terbuang di jalanan, biasanya dilakukan oleh owner yang tidak bertanggung jawab dengan membuang anak anjing dan anak kucing yang tidak diinginkan.
Untuk meningkatkan kapasitas SDM Dokter Hewan dan paramedis di klinik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, maka dilaksanakan pendampingan dan pelatihan sterilisasi oleh tim dari Rumah Sakit Hewan Cikole milik DKPP Provinsi Jawa Barat. Pada pelatihan ini diajarkan sterilisasi dengan metode baru, OH dengan metode flank dan kastrasi dengan metode tidak menggunakan benang.

- Pelaksanaan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) Masal untuk mendukung UPSUS SIWAB
- Pengawasan Peredaran Pangan Asal Hewan
- KEAMANAN PANGAN ASAL HEWAN (PAH)
- Pengendalian Betina Produktif

Komentar Via Website : 5

KelJubolfBI
07 Februari 2019 - 17:08:13 WIB
RebBailkyQB
06 Juni 2019 - 08:07:57 WIB
RebBailkyQB
11 Juli 2019 - 15:01:35 WIB